Memahami Paparan Deskriptif, Naratif, Argumentatif atau persuasif tentang Produk/Jasa

A. Pengertian Produk
Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce merupakan serapan dari bahasa Latin produce (re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Produk merupakan suatu hasil dari kegiatan usaha yang sifatnya esensial dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Produk merupakan hasil kegiatan produksi yang berwujud barang atau jasa.
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

B. Karakteristik Produk
Karakteristi produk yaitu keadaan yang berbeda dari suatu produk apabila
dibandingkan dengan produk-produk pesaingnya.Untuk merebut pangsa pasar, biasanya para produsen menawarkan variasi produk. Karakteristik sebuah produk mengacu pada bentuk penampilan produk atau atribut produk dan kualitas produk yang ditawarkan.

C. Atribut Produk
Atribut produk merupakan sesuatu yang melekat pada suatu produk. Atribut memegang peran penting dalam pemasaran. Sebab atribut menjadi salah satu faktor yang dijadikan bahan pertimbangan oleh konsumen ketika akan membeli produk.

Unsur unsur atribut produk
a. Merek
Merek merupakan sebuah nama, simbol, istilah, tanda, lambang, warna, desain, atau kombinasi dari atribut lain yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi dari produk pesaing.

b. Kemasan
Pengemasan (packaging) adalah sebuah proses yang berhubungan dengan perancangan dan Pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk.

c. Label (labeling)
Labeling berhubungan erat dengan pengemasan. Label adalah bagian dari suatu produk yang dapat menyampaikan sebuah informasi tentang produk dan perusahaan. Sebuah label dapat merupakan bagian dari kemasan, atau bisa juga merupakan etiket atau tanda pengenal yang ditempelkan pada produk.

d. Layanan Perlengkapan ( supplementary service)
Dewasa ini sebuah produk tidak terlepas dari unsur jasa dan layanan, baik jasa sebagai produk inti (jasa Murni) ataupun jasa sebagai pelengkap. Unsur jasa murni pada umumnya sangat bervariasi di antara setiap tipe usaha, namun layanan pelengkapnya memiliki kesamaan.

Jasa
Jasa adalah hasil kegiatan produksi yang tidak berwujud dan sifat-sifat fisik tertentu, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, tetapi dapat dirasakan. Pada produksi jasa tidak terdapat tenggang waktu antara saat diproduksi dan dikonsumsinya. Contoh : jasa dokter, jasa angkutan, dan pelayanan-pelayanan lainnya.

B. Karakteristik Jasa
Beberapa karakteristik utama jasa menurut Kotler (1993), yaitu :
a. Intangibility (tidak berwujud)
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karena tidak dapat diidentifikasi oleh kelima indera manusia, seperti dilihat, diraba, dirasa, didengar, atau dicium, sebelum terjadi proses transaksi pembelian.
b. Inseparability (tidak dapat dipisahkan)
Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, baik yang bersumber dari manusia maupun dari mesin.
c. Variability (berubah-ubah)
Jasa dapat mudah berubah-ubah karena jasa tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan dimana disajikan.
d. Perishability (daya tahan)
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya tahan yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi permintaan.

C. Macam-macam Jasa
Secara garis besar jenis-jenis jasa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu :
a. Usaha rumah tangga, jenis ini mencakup banyak hal yang ada di dalam rumah tangga, jasa perawatan kebun, jasa perbaikan rumah, air minum, pembersihan rumah, dll.
b. Perumahan, jenis jasa ini melingkupi penyewaan sebuah kamar hotel (penginapan), apartemen, gedung pertemuan, dll.
c. Hiburan atau rekreasi, jenis ini antara lain penyewaan alat-alat yang berkaitan dengan hiburan, atau penyewaan tempat untuk melakukan kegiatan hiburan.
d. Perawatan pribadi, jenis ini menawarkan pelayanan untuk keperluan pribadi, misalnya perawatan rambut, perawatan kecantikan, dll.
e. Kesehatan, jenis ini termasuk jasa paling penting karena terkait dengan pemenuhan kesehatan tubuh manusia, contoh perawatan di rumah sakit, perawatan gigi di dokter gigi, bidan, dll.
f. Bisnis, jenis ini menawarkan bantuan (profesi) kepada suatu kegiatan usaha ekonomi, misalnya jasa hukum, konsultasi managemen, jasa akuntansi, dan jasa komputer.
g. Komunikasi, jasa yang memberikan pelayanan dibidang komunikasi, misalnya warnet, wartel, dan pengiriman faks.
h. Transportasi, jasa ini masih banyak digunakan sampai saat ini, seperti taksi, angkutan umum, travel, dll.
i. Jasa keuangan, jenis pelayanan kepada konsumen terkait dengan pembiayaan, misalnya jasa leasing, pajak, pinjaman, dll.
j. Pendidikan, jenis jasa pelayanan di bidang pendidikan, misalnya jasa guru privat, guru les, guru ngaji, dll.

  1. Keterampilan penyedia jasa
    Pada klasifikasi ini jasa dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu :
    1). Profesional service, seperti konsultan manajemen, konsultan hukum, dan konsultan pajak;
    2). Non profesional, seperti supir taksi, dan penjaga malam.
  2. Tujuan organisasi jasa
    Berdasarkan organisasinya, jasa dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
    1). Commercial service atau profit service, seperti bank dan penerbangan;
    2). Non profit service, seperti sekolah, yayasan, panti asuhan, dan museum.

D. Perbedaan Jasa Dan Barang
Menurut Edward W. Wheatley yang dikutip oleh Buchary Alma (2000), mengungkapkan beberapa perbedaan antara jasa dan barang, yaitu :
a. Pembelian jasa, sangat dipengaruhi oleh motif yang didorong oleh emosi;
b. Jasa bersifat tidak berwujud, sedangkan barang bersifat berwujud;
c. Barang bersifat tahan lama, tetapi jasa tidak, jasa dibeli dan dikonsumsi pada waktu yang sama;
d. Barang dapat disimpan, sedangkan jasa tidak dapat disimpan;
e. Usaha jasa sangat mementingkan unsur manusia;
f. Jasa memiliki distribusi yang bersifat langsung, dari produsen ke konsumen.