Pemanfaatan Perangkat Lunak Presentasi

Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan suatu topik, pendapat ataupun informasi kepada orang lain. Sebuah presentasi terdapat beberapa unsur pokok, yaitu:

  1. pihak yang melakukan presentasi, yang disebut presenter;
  2. peserta presentasi/pemirsa, yang disebut audience; dan
  3. media atau perangkat presentasi. Pada materi ini akan dibahas bagaimana membuat presentasi menggunakan Microsoft PowerPoint 2013.

PowerPoint memiliki beberapa fitur yang dapat membantu untuk mempresentasikan gagasan dan konsep. Beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan antara lain sebagai berikut.

  1. Slides
    Sebuah file presentasi terdiri atas rangkaian slide yang disajikan secara runtut dengan informasi yang tersaji dengan menarik. Informasi yang menjadi konten presentasi dapat berupa
    teks, tabel, grafik, smartArt, gambar, audio, maupun video.
  1. Mengelola Slide
    Mengelola slide yang berarti dapat melakukan duplikasi slide (duplicate slides), memindahkan slide (move slide), menghapus slide (delete slide), menambahkan section, dan memublikasikan slide.
    Duplikasi slide sama saja dengan menyalin slide, yaitu dengan menekan tombol CTRL + C dan paste (CTRL + V) pada
    tempat yang diinginkan.
  1. Ruler, Guides, dan Gridlines
    Untuk mengatur posisi objek yang disusun di slide manfaatkanlah ruler, gridlines, dan guides.
    Klik tab View dan berilah tanda centang pada fitur yang diinginkan di kelompok Show.
  1. Desain Tema dan Latar Belakang
    PowerPoint dilengkapi dengan kemampuan mendesain slide, sehingga menjadi lebih menarik ketika pemaparan presentasi.
    Untuk membuat desain tema dibutuhkan fitur tema yang berada di tab Design.
  1. Slide Master
    Slide Master merupakan fitur khusus pada PowerPoint
    yang digunakan untuk memodifikasi slide dan layout pada presentasi dengan cepat.
    Memodifikasi slide master berarti memodifikasi seluruh slide yang digunakan.
  1. Hyperlink
    Hyperlink digunakan untuk menautkan satu laman web ke halaman web ke laman yang lain.
    Pada PowerPoint, hyperlink digunakan untuk menautkan laman web, file, e-mail, ke dalam slide.
    Hyperlink terdiri atas dua bagian yaitu alamat halaman web (webpage), alamat email, atau lokasi lain dalam bentuk tautan (link), dan tampilan link berupa teks, gambar, atau bentuk
    (shapes). Sebagai contoh menambahkan tautan http://www.simulasidigital.seamolec.org
    dengan tampilan teks Simulasi Digital.
  1. Transisi
    Transisi (Transitions) merupakan efek khusus yang terjadi ketika perpindahan dari satu slide ke slide yang lain ketika presentasi ditayangkan. Sebagai contoh digunakan efek menghapus (wipe), efek memudar (fade), atau efek kedip (flash). PowerPoint membagi transisi menjadi tiga jenis sebagai berikut.
    a. Subtle, yang merupakan jenis transisi yang paling dasar dengan efek sederhana.
    Contoh: cut, fade, wipe, flash.
    b. Exciting, yang menggunakan efek animasi yang lebih kompleks dibanding jenis Subtle,
    sehingga lebih menarik.
    Contoh: curtain, airplane, origami, flip, cube.
    c. Dinamic Content, jenis ini hanya menggerakkan placeholder yang terdapat pada sebuah slide dan tidak menggerrakkan slide.
    Contoh: pan, conveyor, rotate, orbit.
    Untuk menambahkan efek transisi, dapat melakukan langkah-langkah berikut ini.
    a. Tentukan slide yang ingin ditambahkan transisi.
    b. Klik tab Transitions.
    c. Pilih jenis transisi yang diinginkan, misalnya dipilih model “Gallery”. Effect Option dapat menambahkan efek pada model yang digunakan, misalnya dipilih “From Right”.
  1. Animasi
    Menambahkan animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian
    audien ke teks atau objek tertentu sehinga konten presentasi lebih mudah dimengerti. Animasi yang disediakan dibagi menjadi empat jenis sebagai berikut.
    a. Entrance, yang akan mengkontrol bagaimana teks atau objek memasuki slide.
    Contoh: appear, split, grow and turn, zoom.
    b. Emphasis,yang akan menekankan teks atau objek yang berada pada slide. Biasanya
    bekerja setelah dipicu oleh klik mouse.
    Contoh: pulse, teater, spin, grow or shrink
    c. Exit, yang akan mengkontrol bagaimana teks atau objek keluar dari slide.
    Contoh: disapear, fade, fly out, float out.
    d. Motion Paths, yang berfungsi menekankan teks atau objek, hampir mirip dengan jenis Emphasis, namun pergerakan teks atau objek yang diberi animasi akan mengikuti path yang ditentukan dari awal.
    Contoh: lines, arcs, shapes, loops, custom path.
    Untuk menambahkan efek animasi, lakukan langkah-langkah berikut ini.
    a. Tentukan teks atau objek pada placeholder yang ingin ditambahkan animasi.
    b. Klik tab Animations.
    c. Pilih jenis animasi yang diinginkan, misalnya dipilih model “Bounce”.
    Untuk dapat menambahkan pilihan efek pada model yang digunakan, manfaatkan Effect Option, misalnya dipilih “By Paragraph”.
  1. Media
    Dengan penggunaan berbagai media, menjadikan presentasi lebih menarik. Media yang dapat diintegrasikan dengan PowerPoint
    meliputi video, audio, dan screen recording.
    a. Menambahkan Video
    Video dapat ditambahkan dan diedit pada presentasi. Misalnya
    memotong video, menambahkan poster, atau memilih style.
    Untuk dapat menambahkan video pada file presentasi dengan cara sebagai berikut.
    1) Masukkan video ke dalam slide.
    a) Jika bekerja pada slide
    yang memiliki ikon video di place holder, klik Insert Video.
    Tentukan video yang akan disisipkan, yaitu:
    From a file, menyisipkan video yang terdapat di komputer;
    One Drive – Personal, menyisipkan video yang terkoneksi pada One Drive; YouTube , menyisipkan video dari YouTube (video hanya
    bisa dijalankan ketika terhubung ke internet); From a Video Embed Code, menyisipkan kode video dari
    website; b) Jika sedang mengerjakan slide yang tidak memiliki place holder dengan ikon video, dapat meng-klik Video pada tab Insert.

b. Menambahkan Audio
Efek sound, background music, maupun narasi dapat ditambahkan dengan cara menambahkan audio pada PowerPoint.
Untuk dapat menyisipkan audio dengan mengikuti langkah –langkah berikut ini.
1) Klik tab Insert.
2) Klik Audio.
3) Pilih Audio on My PC.
Jika diperlukan, rekamlah suara yang diinginkan dengan memilih fitur Record Audio hingga menghasilkan file audio.
4) Pilih file audio yang telah dibuat atau telah tersedia kemudian klik tombol Insert.
5) Audio yang telah dimasukkan akan memiliki tampilan sebagai berikut.
6) Aturlah audio pada posisi yang diinginkan!

c. Menambahkan Screen Recording
Screen recording merupakan cara lain untuk menambahkan video pada sebuah slide dengan cara merekam bagian layar (screen) yang diinginkan. Untuk menambahkan screen recording, dapat dilakukan langkah sebagai berikut.
1) Klik Screen Recording pada tab Insert.
2) PowerPoint akan di-minimize, hingga muncul menu screen recording di bagian tengah atas layar.
3) Klik menu Select Area dan tentukan bagian layar yang akan di rekam.
4) Klik tombol Record untuk memulai merekam.
5) Ketika mulai merekam, menu screen recording akan disembunyikan. Untuk menghentikannya arahkan kursor ke bagian tengah atas layar monitor kemudian klik tombol Stop, atau menggunakan shortcut Windows + Shift + Q.

  1. Menayangkan Presentasi
    Presentasi yang selesai disunting sebaiknya diuji coba dengan cara menanyangkan slide per slide. Pemanfaatan berbagai jenis editing dapat dilakukan pada saat slide tersebut ditayangkan, misalnya slide desain, transisi, atau animasi. Menayangkan slide dapat dilakukan
    dengan langkah-langkah berikut ini.
    a. Menayangkan dari awal slide, shortcut F5
    1) Klik tab Slide Show.
    2) Klik From Beginning.
    b. Menanyangkan dari slide yang dibuka
    Klik From Current Slide yang berada di samping From
    beginning, atau dengan cara klik fitur Slide Show yang berada
    di bagian bawah presentasi, untuk menayangkan slide mulai
    dari slide yang sedang dibuka.
    Presentasi yang sedang ditanyangkan akan memenuhi seluruh tampilan layar monitor. Pada kondisi tersebut, manfaatkan fitur-fitur berikut ini.
    a. Previous, yang berfungsi untuk menayangkan slide sebelumnya.
    b. Next, yang berfungsi untuk menayangkan slide berikutnya.
    Secara default jika meng-klik pada slide yang sedang ditampilkan, otomatis akan pindah ke slide berikutnya.
    c. Laser pointer, pen, highlighter, dan eraser yang berfungsi untuk menambahkan fitur-fitur: laser pointer, untuk menambahkan penunjuk laser; pen, untuk memberikan tulisan pena; highlighter, untuk menyorot isi slide; eraser, untuk menghapus perubahan yang terjadi menggunakan fitur ini.
    d. See all slides, yang berfungsi untuk menampilkan semua slide.
    e. Zoom, yang berfungsi untuk memperbesar tampilan slide.
    f. More, yang digunakan untuk memilih pengaturan lebih lanjut.