Melakukan presentasi yang efektif

Presentasi merupakan salah satu bagian dari aktivitas berkomunikasi yang bertujuan menginformasikan sesuatu kepada orang lain. Presentasi yang dianggap efektif tidak hanya mampu menarik perhatian audien, namun juga dapat menggerakan audien untuk melakukan sesuatu hal. Agar presentasi menjadi efektif, perlu menggunakan teknik presentasi.

  1. Penyusunan Slide
    Halaman pada perangkat lunak penyaji presentasi umumnya disebut slide. Slide digunakan sebagai alat yang memudahkan audien memahami apa yang disampaikan oleh presenter
    (orang yang melakukan presentasi).

Tiga hal utama yang menyebabkan audien tidak tertarik dengan presentasi, yaitu 1)penyampaian yang buruk; 2) inti yang ingin disampaikan tidak jelas; dan 3) slide yang rumit atau mengalihkan fokus.
Alasan utama pemirsa tidak memerhatikan presenter disebabkan tiga hal, yaitu 1) pesan yang ingin disampaikan tidak jelas; 2) penyampaiannya buruk; dan 3) slide yang membosankan dan rumit.

Ada baiknya kita meninjau unsur yang dapat memengaruhi audien? yaitu ethical, emotional, dan logical. Ketiga unsur ini saling terkait satu dengan lainnya.
a. Ethical terkait dengan sosok presenter dan pemirsa, antara lain karakter, kredibilitas, latar belakang, dan reputasi. Jika seseorang berbicara dengan seorang doktor, tentunya berbeda jika berbicara dengan seorang yang tidak mengenyam pendidikan.
b. Logical terkait dengan fakta dan data. Apabila apa yang disampaikan memiliki fakta yang diperkuat dengan data, maka tidak ada alasan bagi orang lain menyanggah apa yang disampaikan.
c. Emotional terkait dengan memberikan sentuhan emosi kepada pemirsa sehingga tertarik dengan apa yang disampaikan. Kata-kata yang keluar dari mulut, akan berbicara di pikiran, namun emosi yang ada pada slide akan berbicara di hati audien.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam presentasi.
a. Pesan
Fokus pada satu ide. Tidaklah menjadi berkesan apabila menonton film yang yang menggabungkan semua genre (komedi, horor, dan aksi).
b. Mengapa itu penting?
Presentasi yang dianggap tidak penting oleh pemirsa, tidak akan diperhatikan.
c. Bagaimana hal tersebut memecahkan masalah?
Meskipun pesan yang disampaikan jelas dan fokus, serta dinilai penting oleh audien, namun hal itu tidak dapat memecahkan suatu masalah, maka hal itu tidak akan menggerakan audien melakukan apapun.

  1. Presentasi = Bercerita
    Dokumen word merupakan kumpulan teks yang memiliki keterbatasan untuk menggambarkan emosi. Berbeda dengan sinema berupa media dengar-pandang yang sarat akan emosi.
    Presentasi berada di antara keduanya karena dapat dilengkapi dengan slide yang memuat teks serta media dengar-pandang. Inilah yang membuat presentasi dan bercerita memiliki kesamaan, dan cara mengungkapkan ide yang paling efektif adalah melalui cerita.
  1. Sederhana, bukan seadanya
    Coba Anda perhatikan tampilan halaman mesin penelusur Google yang dibuat sangat sederhana, tidak meletakkan apapun semaunya
    Apabila Anda menggunakan gambar, perhakan kesederhanaan dan
    kesesuaiannya, bukan seadanya. Karena desain dirancang sesuai dengan peruntukannya, yaitu sebagai mesin penelusur dan tidak disertai dengan beragam tampilan yang membingungkan pemakai. Janganlah menumpuk ide/pesan dalam satu slide. Hal ini akan membingungkan audien ketika melihat dan membaca alur pesan. Audien tidak lagi fokus pada pembicara, melainkan berusaha membaca alur slide.
  1. Hindari Text-Oriented
    Jangan menumpuk ide pada satu pesan. Namun dapat kita pastikan sebagian besar akan menjawab latar belakang mengaburkan teks putih. Slide yang berisi teks akan membuat bosan pemirsa dan menghilangkan ketertarikan mereka. Slide yang dipaksa menjadi dokumen disebut slide-ument. Harus diingat bahwa teks yang dibaca audien hanya bertahan 2 menit di memori otak, serta perhatian audien tidak lagi kepada presenter melainkan terfokus membaca teks.
  1. Visual dan Verbal
    Dengan memberikan warna pada teks, akan membantu audien mengingat poin utama pada slide.
    Dengan visualisasi, audien lebih lama mengingatnya. Namun tentu hal ini akan berbeda dengan seseorang yang kemampuan mengingatnya bukan visual, melainkan verbal.
    Namun perlu juga diperhatikan kesesuaian dan komposisi warna yang digunakan antara teks
    dengan latar.
  1. Gangguan
    Gambar yang diletakan pada slide dan tidak
    memperkuat pesan yang disampaikan hanya akan mengganggu, atau bisa disebut noise.
    Selain noise, penggunaan gambar beerta penempatannya dapat membingungkan alur pembacaannya.
  1. Unsur Emosi
    Apabila suatu hal telah diketahui secara umum, maka tidak perlu lagi disertakan. Apabila harus menggunakan gambar, gunakan gambar yang memperkuat ide atau pesan yang disampaikan untuk memudahkan pemahaman. Selain emosi yang digunakan melalui gambar, penggunaan kalimat yang tepat juga dapat memengaruhi emosi audien.