Menganalisis komunikasi sinkron dan asinkron dalam jaringan

Tingginya kebutuhan akan informasi tersebut memunculkan pelbagai macam mesin pencari/penelusur informasi, namun setiap mesin
Pencari memiliki algoritma yang berbeda antara satu dan yang lain. Saat ini Google merupakan mesin penelusur paling diminati, selain kecepatan penelusuran, juga hasil yang ditelusur dinilai hampir memenuhi yang diinginkan pengguna.

  1. Berbagai Sintaks Khusus pada Google
    Mesin Pencari Google merupakan mesin Pencari teks yang dapat melakukan indexing seluruh halaman web, tidak hanya judul ataupun deskripsi. Suatu sintaks (sintak yang dimaksud pada pembahasan ini adalah kata/simbol khusus yang tertanam pada bahasa pemorgraman) yang disertakan dengan suatu kata kunci, akan memungkinkan pengguna Google mencari bagian-bagian tertentu dari halaman web atau jenis informasi yang lebih spesifik. Berikut ini adalah sintaks khusus tersebut.
  • AND
    Apabila menggunakan dua kata pada kotak kata kunci, maka secara baku, Google akanmenambahkan perintah AND diantara kedua kata tersebut. Sintaks AND yang berarti “dan” ini bertujuan sebagai pengait kata sebelumnya.
    Contoh: Simulasi AND Digital
    Google akan melakukan Pencarian web, baik judul web, URL, maupun teks deskripsi pada halaman dengan kata ‘Simulasi’ dan ‘Digital’
    Contoh: Simulasi OR Digital
  • OR (dituliskan dengan huruf besar)
    Jika mengetikan kata ‘Simulasi Digital’, maka Google akan melakukan Pencarian judul, URL, maupun deskripsi yang setidaknya berisi salah satu dari kata ‘Simulasi’ atau ’Digital’. Contoh: Simulasi OR Digital
  • + (simbol tambah)
    Apabila ingin mencari informasi bagaimana meluruskan plat besi dengan kata kunci ‘how straighten iron plate’, maka Google akan mengabaikan kata how tersebut sehingga Pencarian web akan menitikberatkan pada ‘straighten iron plate’. Agar hasil yang didapat
    hanya tentang bagaimana cara meluruskan plat besi, maka gunakan simbol tambah didepan kata ‘how’ tanpa disertai spasi.
    Contoh: straighten iron plate +how
  • — (simbol minus)
    Adakalanya kebanyakan hasil dari penelusuran adalah sesuatu yang tidak kita inginkan, contohnya adalah ‘simulasi’ tanpa ada ‘simulator’ didalamnya. Penggunaan tanda minus dapat melakukan penyaringan tersebut sehingga menghasilkan hasil pencarian yang berisi ‘simulasi’. Gunakan simbol ini di depan kata yang hasilnya tidak dinginkan
    tanpa disertai spasi.
    Contoh: simulasi –simulator
  • * (simbol asterisk/bintang)
    Penggunaan simbol ini harus diletakkan di antara dua kata.
    Contoh: Menjadi * Juara
    Hasil Pencarian bisa berupa ‘menjadi seorang juara; menjadi pemenang juara’.
  • “” (simbol quote)
    Simbol ini digunakan untuk mencari beberapa kata secara lengkap yang berada di dalam simbol.
    Contoh: “menjadi juara“
  • intitle: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Contoh: intitle:software engineering
    Digunakan untuk mencari web yang judul pada halamannya terdapat kata ‘software’, dan pada deskripsi di halaman memiliki kata ‘engineering’. Penggunaan kata ini harus disertai simbol kolon tanpa spasi disambung dengan kata kunci.
  • allintitle: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Contoh: allintitle:software engineering
    Penggunaan sintaks ini akan melacak semua web yang judulnya memuat kedua kata ‘software engineering’. Penggunaan kata ini harus disertai simbol kolon tanpa spasi disambung dengan kata kunci.
  • inurl: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Contoh: inurl:google hacking
    Penggunaan kata ini akan menghasilkan pencarian dimana URL web berisi kata ‘google, dan deskripsi pada halaman web terdapat kata “hacking”. Penggunaan kata ini harus disertai simbol kolon tanpa spasi disambung dengan kata kunci.
    Contoh suatu url: http://mookhy.wordpress.com/2008/04/22/google-…/
  • allinurl: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Contoh: allinurl:google special sintax
    Google Search akan melakukan Pencarian halaman-halaman web yang pada url-nya memiliki kata ‘google hacking’. Penggunaan kata ini harus disertai simbol kolon tanpa spasi disambung dengan kata kunci.
    Contoh suatu url: http://google-hacking.com/google-hacking-the-special-syntaxes.html site: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Contoh: batik site:id
    Hasil dari pencarian adalah menampilkan semua situs web yang hanya berasal dari Indonesia yang terkait dengan batik, baik pada judul web, maupun deskripsi yang ada di halaman.
  • Peletakan site: bisa di belakang dari kata kunci. Namun tetap mengguna-kan simbol kolom tanpa spasi.
    Catatan: selain site:id, bisa pula site:uk (United Kingdom/Inggris, dll. Atau bisa pula site:senjapala.or.id – akan menghasilkan pencarian situs tersebut.
  • filetype: (disertai simbol kolon/titik dua tanpa spasi)
    Apabila kita ingin mencari suatu dokumen dengan format doc/pdf/jpeg, gunakan sintaks ini. Penggunaan kata ini harus disertai simbol kolon tanpa spasi disambung dengan kata kunci.
    Contoh: kota kabupaten Indonesia filetype:pdf
  1. Menyimpan Hasil Pencarian
    Ketika berada pada halaman yang tepat, dan ingin menyimpannya, ikuti langkahlangkah sebagai berikut.
    1)Tekan tombol Ctrl+S pada papan ketik, atau dengan meng-klik kanan kemudian pilih Simpan Sebagai (Save as).
    Akan muncul kotak dialog Save As untukmenyimpan berkas. Kemudian tentukan:
    • nama file pada kotak File name, misalnya diisi “Simulasi dan Komunikasi Digital”;
    • jenis file yang akan disimpan pada kotak Save as type, misalnya dipilih Laman Web, Lengkap (Web page, complete) untuk menyimpan semua sumber daya yang ada pada halaman tersebut.

Halaman yang tersimpan akan terbagi menjadi satu file ‘html’ dan satu folder berisi sumber daya halaman tersebut yang biasanya berisi gambar-gambar. File ‘html’ bisa kita buka menggunakan perambah/browser atau dibuka sebagai dokumen. Untuk membuka sebagai dokumen klik kanan file ‘html’ tersebut  pilih Open With pilih pembuka dokumen, misalnya ‘doc’.