Menganalisis fitur perangkat lunak pembelajaran kolaboratif daring

1) Google Drive
Google Drive merupakan layanan Google yang memungkinkan untuk menyimpan file secara daring dan mengaksesnya di mana saja menggunakan cloud. Google Drive juga memungkinkan untuk mengakses aplikasi berbasis web secara gratis untuk membuat dokumen, lembar sebar (spreadsheet), presentasi, formulir, gambar, dsb.
Saat ini, Google Drive merupakan salah satu penyimpanan cloud (cloud storage) yang pupuler karena menawarkan 15 gigabyte (15 GB) ruang penyimpanan gratis. Drive tidak hanya digunakan untuk menyimpan
file, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat, membagipakaikan, dan
mengelola file dengan aplikasi yang produktif.
Untuk menggunakan Drive, perlu dilakukan langkah sebagai berikut.
• Masuklah (Sign in) ke Gmail. Jika belum memiliki Gmail, buatlah terlebih dahulu akun Gmail.
• Setelah masuk ke Gmail, klik Google Apps kemudian pilih Drive, atau juga dapat langsung mengetikkan alamat http://drive.google.com pada browser.
• Akan tampil halaman awal Google Drive.
Setelah sampai ke Google Drive, mulailah dengan mengunggah file dan buatlah folder sehingga tahu bagaimana cara untuk melihat dan mengelolanya. Namun, sebelum memulai mengunggah, pahamilah berbagai jenis file yang akan diunggah ke dalam Drive sebagai
berikut.
• File yang dapat dimodifikasi, misalnya file yang dibuat menggunakan Microsoft Office, PDF, dan file lainnya yang berbasis teks.
• File yang tidak dapat dimodifikasi, misalnya file musik, video, file yang telah di kompres atau arsip yaitu ZIP, RAR, dsb.

Mengunggah File
Untuk mengunggah file dari komputer ke Google Drive, lakukan langkah sebagai berikut.
1) Klik tombol Baru (New) kemudian pilih Unggah File (File upload).
2) Pilih file yang ingin diunggah, kemudian tekan tombol Open.
3) File akan masuk ke dalam Drive.

Konversi file Microsoft Word menjadi Google Docs
1) Klik Buka dengan Google Dokumen (Open with Google Docs) pada tampilan fileyang dibuka.
2) File yang telah dikonversi akan tampil pada tab baru pada browser. Lakukanmodifikasi seperlunya.
3) Pada Drive akan muncul file baru yang merupakan salinan dari file yang Word, yaitu file Docs.

Membuat File Baru
1) Membuat Google Dokumen, untuk membuat dokumen (serupa dengan Microsoft Word). Klik Google Dokumen.
Dokumen baru akan muncul di tab baru. Arahkan ke Dokumen tanpa judul (Untitled document) dan ganti namanya dengan cara klik, tekan enter jika telah selesai. Sebagai contoh, dokumen ini diberi nama Esai merumuskan Ide.
Ketikkanlah esai dalam dokumen yang tampil, seperti di Mircosoft Word. Dokumen tersebut akan tersimpan otomatis pada Google Drive.
Dokumen yang dibuat akan mempunyai tampilan standar, template yang disediakan dapat digunakan agar tampilan lebih menarik. Klik alamat:
http://drive.google.com/templates, untuk mengakses daftar template tersebut. Lakukan pencarian kemudian klik Gunakan template ini (Use this template) pada template yang diinginkan. Klik Pratinjau (Preview) jika ingin melihat terlebih dahulu.
2) Membuat Spreadsheet, untuk menyimpan dan mengorganisasi informasi (serupa dengan Microsoft Excel). Klik Google Spreadsheet, maka akan tampil tampilan sebagai berikut. Modifikasi hingga mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
3) Membuat Slide, untuk membuat slideshow (serupa dengan Microsoft PowerPoint).
Klik Google Slide, maka akan tampil tampilan sebagai berikut. Aturlah sesuai keinginan.

Membuat Google Formulir

Formulir adalah lembar isian yang digunakan untuk mengumpulkan suatu data atau informasi. Formulir biasanya berupa kertas dan dibagikan untuk diisi oleh responden, misalnya formulir saran dan formulir lamaran. Data atau informasi yang terkumpul selanjutnya akan dibuat ringkasan hingga tujuan penyebaran formulir tercapai.

Membuat Formulir Google dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Klik Baru, arahkan ke Lainnya dan pilih Formulir Google (Forms).
2) Formulir baru akan muncul di tab baru. Arahkan ke Formulir tanpa judul (Untitled form) dan ganti namanya dengan Formulir Kegiatan Ekstrakulikuler Kelas X, SMK Terpadu Insani.
3) Masukkan Butir Pertanyaan yang kemudian pilih Jenis Pertanyaan yang sesuai.
Untuk menambah pertanyaan, gunakan ikon Tambah Pertanyaan di sebelah kanan. Pada contoh ini, digunakan jenis pertanyaan sebagai berikut.
Nama lengkap, menggunakan Jawaban singkat (Short answer). Jika pertanyaan ini harus/wajib di isi maka pilih Wajib diisi, kemudian geser ke kanan dengan cara klik.
Jenis kelamin, menggunakan Pilihan ganda (Multiple choice). Tambahkan jenis kelamin Laki-laki pada opsi 1, kemudian tambahkan Perempuan pada opsi dua dengan cara klik Tambahkan opsi (Add option).
Tempat dan tanggal lahir dipisah menjadi dua yaitu, tempat lahir yang menggunakan Jawaban singkat dan tanggal lahir yang menggunakan Tanggal (Date).
Kelas, menggunakan Pilihan ganda (Multiple choice). Pada contoh ini terdiri atas tiga kelas, yaitu: Administrasi perkantoran, Akuntansi, dan Pemasaran.
Alamat, menggunakan Paragraf (Paragraph) karena terdiri atas teks yang panjang.
Nomor lengkap, menggunakan Jawaban singkat (Short answer).
Pilihan ekstrakulikuler, menggunakan Kotak centang
(Check boxes). Maksimal dua buah yang boleh dipilih, berarti diperlukan penggunaan Validasi data (Data validation) dengan cara klik Selengkapnya
(More) di sebelah kanan Wajib diisi.
Tampil data validasi berupa Pilih paling banyak (Select at most), masukkan 2 pada angka (number), dan ketik Setiap pendaftar hanya diperbolehkan memilih sebanyak dua (2) pada teks kesalahan khusus (Custom error text).
4) Setelah menentukan butir dan jenis pertanyaan yang sesuai, dapat dilanjutkan dengan memilih tema agar tampilan lebih indah, yaitu dengan cara klik Palet warna (Colour palette).
5) Sebelum membagikannya, formulir harus diperiksa terlebih dahulu dengan menekan ikon Pratinjau (Preview), yang berada di samping palet warna.
6) Formulir akan muncul di tab baru. Uji coba formulir tersebut dengan memasukkan isian sesuai pertanyaan. Jika masih ada yang kurang, perbaiki lerlebih dahulu. Jika sudah baik, lanjutkan dengan mengirimkannya kepada peserta responden. Klik tombol Kirim (Send) yang berada di pojok kanan atas. Maka akan muncul tampilan sebagai
berikut.
Terdapat tiga pilihan utama untuk membagikan formulir secara daring, yaitu:
menggunakan e-mail, tautan (link), atau menggunakan tempelan (embed) pada HTML yang biasanya ditempel pada website.
7) Apabila pengumpulan data dirasa cukup, data dapat dilihat pada Tanggapan (Responses), yang terdapat di sebelah kanan pertanyaan (Questions). Tanggapan akan tampil pada bagian Ringkasan (Summary). Data tersebut dapat dilihat secara Individual. Apabila ingin melihat tampilan dalam spreadsheet, klik ikon Spreadsheet. Unduh, cetak, hapus, dan pilihan lain dapat ditemukan dengan cara klik More di sebelah kanannya.

Keunggulan dan Kelemahan Komunikasi Daring
Komunikasi daring memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan komunikasi konvensional, antara lain sebagai berikut.
1) Dapat dilakukan kapan saja di mana saja: dengan komunikasi daring, setiap pengguna dapat melakukan komunikasi di mana saja dan kapan saja, dengan syarat terkoneksi dengan jaringan internet dan memiliki sarana yang mencukupi.
2) Efisiensi biaya: berbeda dengan komunikasi konvensional, komunikasi daring tidak memerlukan pihak yang berkomunikasi untuk bertemu tatap muka secara langsung, dengan komunikasi daring dapat menghemat biaya transportasi.
3) Efisiensi waktu: komunikasi dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus membuang waktu dengan melakukan perjalanan. Pesan komunikasi dapat disampaikan pada saat itu juga dalam hitungan detik walaupun kedua pihak yang berkomunikasi berjauhan.

Selain keunggulan, komunikasi daring juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut.
1) Melakukan komunikasi daring tidak pada tempat dan waktu yang tepat, dapat mengabaikan atau menunda hal yang lebih penting, bahkan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
2) Komunikasi daring memerlukan perangkat khusus yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
3) Terlalu banyak informasi yang tidak dibutuhkan. Seringkali terlalu banyak informasi yang didapatkan sehingga membingungkan penerima.
4) Komunikasi audio tidak mampu mewakili emosi penggunanya. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, tidak dapat ditangkap melalui komunikasi audio.
5) Komunikasi teks tidak dapat mewakili intonasi bicara.